Sabtu, 26 Maret 2011

SAYA SANGAT SUKA FILM INI

Yang mau saya ceritakan ini sebenernya film lama kok.Saya juga nontonnya udah lama.dan saya sudah 10x lebih nonton ini. hehehe. Tiba-tiba pengen aja ngebahas soal film ini. hehe.judulnya TADA KIMI WO AISHITERU (just, loving you), tapi judul internasional nya HEAVENLY FOREST. Mungkin sebagian dari kalian juga udah pernah nonton, tapi pasti juga ada yang belum.Dan posting resensi ini saya tujukan khususnya buat yang belum pernah nonton.







Sebenernya ini film yang ending nya sedih. tapi kesedihan yang sekaligus akan membuat anda tersenyum di akhir cerita. karena menurut saya ini romantika yang "bodoh, menyedihkan, tapi juga manis" rasanya kurang seru kalo saya yang ngasih resensi, karena saya kurang pinter mendongeng... hehehe... yasudah kalo gitu saya kasih resensi yang udah ada aja. resensi selengkapnya ini saya repost dari resensi yang sudah ada




---------------------------------------------------------




Film ini mengambil ilham dari sebuah novel karya Ichikawa Takuji. Novel tersebut berjudul Renai Shashin – Mouhitotsu no Monogatari (Romance Picture – The Other Story). Ichikawa sendiri terinspirasi oleh film yang berjudul Renai Shashin (2003).  
Film ini beralur flashback. Jika dirangkai sejak awal, cerita bermula dari pertemuan Makoto Segawa (Tamaki Hiroshi) dengan Satonaka Shizuru (Miyazaki Aoi). Keduanya adalah mahasiswa sebuah universitas.  
Makoto punya hobi jepret-jepret kamera. Makoto adalah seorang pemuda pemalu.  Namun sebenarnya memendam bakat besar. Sedangkan Shizuru adalah gadis yang mengidap penyakit langka. Hormon pertumbuhannya tak normal, sehingga dia terlihat masih seperti anak-anak. Setelan yang dia pakai itu-itu juga: celana congklang di atas mata kaki, kaus kodok, serta kaus dalaman lengan panjang, ditambah kacamata besar. Miyazaki begitu tepat melakoni peran ini. Wajahnya manis, imut, lucu, dan kebocah-bocahan, serta berpotongan rambut bob seleher dengan poni di depan.  
(flickr)
Hubungan pertemanan mereka makin berlanjut dekat. Makoto selalu mengajak Shizuru masuk sebuah hutan. Sebenarnya hutan tersebut terlarang untuk dimasuki. Namun mereka nekat saja.  Maklum, Makoto tak pernah bisa menuntaskan hasrat fotografinya.
Wajar saja, lantaran isi rimba tersebut indah nian. Tak puas-puasnya Makoto menembak lebatnya hijau pepohonan (plenty of green), luasnya danau nan tenang, air kali yang bergericik mengalir tertimpal batu dasar sungai yang dangkal, serta burung-burung yang gampang-gampang susah dipotret. 
Rupanya Shizuru menaruh hati kepada Makoto. Dia pun minta diajari fotografi. Karya-karya Shizuru pun tak kalah cantiknya. Di mata orang lain, Shizuru nampak aneh. Kekanak-kanakan dan ganjil (weirdo). Hanya Makoto yang rela menemaninya setiap hari.  
Hubungan keduanya mulai merenggang dengan masuknya tokoh Fujiyama Miyuki (Kuroki Meisa). Miyuki adalah gadis yang cantik, menarik, begitu mature, lembut, pendek kata sempurna di mata kaum Adam. Miyuki kuliah satu kampus dengan mereka. Makoto naksir Miyuki –meskipun mereka tak pernah jadian. Karena Miyuki tahu, sebenarnya Makoto hanya tepat bagi Shizuru.  
Shizuru pun sadar, kalau dirinya penuh kekurangan. Fisiknya bagai anak kecil, tiada lekuk yang menarik. Namun dia selalu berujar, satu saat dia bakal berubah menjadi perempuan dewasa. Menjadi sosok yang cantik menarik dan tak terlupakan oleh seseorang yang mencintainya. Sebenarnya perkataan itu dia tujukan kepada Makoto. Hanya, Makoto menanggapinya sambil lalu.  
Satu hari, Shizuru meminta kado ulang tahun. Dia minta dicium Makoto. Dengan alasan, untuk diabadikan sebagai foto, untuk sebuah kompetisi. Makoto pun menyanggupinya. Makoto tak sadar, itulah hari terakhir dia bertatap muka dengan Shizuru. 
Setelah dua tahun berpisah, Makoto menerima surat dari New York. Rupanya dari Shizuru. Dia sudah bekerja sebagai fotografer di sebuah agensi. Shizuru mengundang Makoto menyaksikan pamerannya. Sebulan kemudian, Makoto menyambangi Shizuru di New York. Namun, yang dia temui adalah Miyuki. Rupanya Miyuki dan Shizuru tinggal seapartemen. Setelah lulus kuliah, Miyuki bekerja di New York. Bertemulah dia dengan Shizuru. 
Shizuru yang dinanti Makoto tak kunjung tiba jua. Rupanya dia pulang ke Jepang, dirawat ayahnya lantaran penyakitnya semakin akut. Lantas, meninggallah dia, dan abu jenazahnya telah dikremasi di kampung halaman.  Makoto hanya bisa menangis di depan gambar-gambar karya Shizuru. Sebagian besar, adalah foto diri Makoto sendiri. Serta, gambar Shizuru yang telah tumbuh dewasa, cantik, menarik, dengan potongan rambut panjang. Di ujung ruang pameran, Makoto tak jemu-jemunya memandang foto mereka berciuman di tepi danau di tengah hutan, tempat mereka berjumpa untuk terakhir kalinya.  





(flickr,google)


Film ini semakin berasa, karena dilengkapi oleh suara Otsuka Ai yang membawakan lagu tema (theme song) yang bertajuk Renai Shashin. Film ini punya banyak nilai lebih. Para pemainnya benar-benar orang Jepang, tak seperti film kita yang padat disesaki oleh artis karbitan berwajah bule atau blasteran.  
Pun, jalan ceritanya mengalir terasa nyata (meskipun fiksi), tak seperti kisah layar lebar kita (dan layar kaca), yang acapkali menyuguhkan cerita yang tak masuk akal serta melecehkan akal sehat.  Tak ada Miyuki yang dengki atau perebut pria lain; tak ada Shizuru yang bagai anak kecil nan licik dan jahat; tiada pula kawan-kawan kampus yang overacting meledek kekurangan Shizuru secara berlebihan; dus, tak satupun kekayaan materi yang telanjang diumbar. Semuanya berjalan natural dan makin menambah daya pikat.  
----------------------------------------------------------------------

dan pasti ada beberapa dari anda yang akan terharu bahkan menangis saat menonton ini.... :')
apalagi pas liat tulisan disamping foto mereka berdua
"The only kiss in my life time, the one and only love, I ever had"
yang belum menonton, silahkan cari film nya dan selamat menonton :)

9 komentar:

Yulita Alvernia mengatakan...

wow, boleh nih buat ngisi libur 2 hari. langsung search di youtube.

yulianzone mengatakan...

hihihi... silahkan :)

Ipah mengatakan...

kyaaaa saya sudah nonton ini! sudaaaaah!!!! \(^o^)/

iya itu film yang oke sekali :D
sayangnya dijiplak sama indonesia dijadiin FTV di saluran SC*V gituh. dan jadinya absurd bangeeeeeett #nangis darah

kelimutu mengatakan...

udah nonton juga. waaaa,, greatest romantic movie ever.
apalagi pas part sizhuru ternyata ngumpulin foto2nya makoto terus dipajang pas pamerannya dia..
mana foto-fotonya keren banget pula.. bikin nangis.. T.T

yulianzone mengatakan...

film tersedih sih kalo menurut gw :)

Yuli Kurniawaty mengatakan...

iya, BAGUS bangeetttt. Nangis terus kalo nonton itu :'(

yulianzone mengatakan...

aku juga :(

chloe's_journal mengatakan...

woa, gw juga suka film ini. lucu...ingat adegan si shizuru nyangkain si makoto make obat kuat...hahahhaha...wajib nonton banget dah ni film.

ian mengatakan...

aku baru aja nonton film ini semalem..
ga kuat nahan air mata pas endingnya... T.T
shizuru keliatan cakep banget pas adegan ngelepas kacamatanya pas mau ciuman

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...