Selasa, 15 Maret 2011

REALITA SEKITAR KITA

Beberapa hari lalu (entah tanggal berapa saya lupa, pokoknya masih belum ada sebulan ini) seperti biasa saya menghabiskan waktu bersama keluarga untuk pergi bersama sekedar jalan-jalan dan makan di luar. 

 Karena lagi gak pengen beli apa-apa, jadi waktu itu cuma dihabisin buat makan malem aja. Waktu pulangnya, seperti biasa mobil melewati beberapa lampu merah. Dan saat sampai di lampu merah di bunderan tugu muda Semarang,saya melihat beberapa hal di sekeliling, dari mulai anak kecil ngamen, orang minta-minta,dll. tapi Kemudian mata saya tertuju pada sosok laki-laki usia lanjut yang sedang duduk beristirahat di bawah pohon di taman pinggir jalan itu. di tangannya tertata setumpuk koran yang siap dijual. hari itu tepatnya masih pukul 19.00 WIB. 

Di wajah beliau tergambar betapa lelahnya aktivitasnya hari itu. dengan wajah lelah itu beliau duduk seperti sedang melamun tentang kerasnya hidup, entah apa isi pasti lamunannya itu. lampu merah sudah "menghijau" mobil pun dijalankan kembali. tapi sedikit pikiran saya masih saja tertinggal di tempat saya melihat kakek yang tadi. Tadinya tidak ada niatan membandingkan tapi kemudian itu muncul dengan sendirinya. 



Pikiran tentang "Bagaimana kalau seandainya kakek saya yang bernasib seperti itu?" atau "Bagaimana kalau saya bernasib seperti itu kalau tua nanti?"... "Bukankan seusia beliau seharusnya sudah duduk dirumah. bersantai menikmati teh hangat dan menonton televisi atau sedang mendengarkan radio. Kemudian tiap sore atau beberapa hari sekali anak cucunya berkunjung dan membawakan kue kesukaan. Tidak perlu memikirkan biaya hidup karena tiap bulan menerima gaji pensiun atau tiap minggu diberi uang oleh anak-anaknya. Kenapa Kakek di lampu merah itu tidak menikmati hal seperti itu?" tanya saya dalam hati. saat itu saya yang sedang duduk di mobil dengan memegang kue di tangan saya dan dengan mulut saya yang masih saja mengunyah kemudian meletakkan kue itu. daritadi saya sudah makan banyak. kakek itu seharian ini makan apa ya?.... 
Saat ini saya sedang getol-getolnya berburu kontes desain. siapa tau saya bisa mendapatkan uang dari situ kemudian bisa saya sisihkan sebagian untuk "menghibur" mereka (dalam hal apa dan bagaimana, biar cukup saya sendiri yang tau). walau mungkin saya tidak akan mampu menghibur semua orang seperti mereka. tapi semoga setidaknya bisa sedikit menebus rasa bersalah saya  atas kurang bersyukurnya saya dan kurang menghargai atas apa yang udah Tuhan beri . Terimakasih Gusti Allah telah menempatkan hamba dalam kehidupan yang serba tercukupi, dan semoga suatu hari nanti mereka yang sekarang kurang beruntung bisa ikut merasakan apa yang kami rasakan sekarang ini. 

1 komentar:

nandabadala mengatakan...

ngelu mocone... mbok digawe per paragraf..

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...